MasaKecil 1 : Rokok berbuah Benjolan di Kepala

Dikampung, saya bertetangga dengan dua kios (kedai) dimana anak-anak pemilik kios adalah termasuk teman akrab saya. Kios sebelah kanan punya anak sebut saja Dorjon dan Pomponan, sedangkan kios meokrokyang disebelah kiri diseberang jalan punya anak sebut saja namanya Sohot dan Robonson. Karena mereka punya kios tentu saja mereka setiap hari bisa mengambil jajanan dari kios, dan berhubung jarang diberikan uang jajan saya merasa beruntung juga bisa dibagi oleh mereka.

Kedua pemilik kios tersebut punya peliharaan Bxbi yang setiap harinya harus diberi makan dengan pakan yang dibuat sendiri sedangkan saya hanya punya peliharaan kambing yang bisa dilepas mencari makan sendiri. Makanan utama dari bxbi adalah tanaman sejenis keladi (talas) yang direbus, tanaman ini sering disebut Happa dan tanaman ini banyak dijumpai di pinggiran pematang sawah atau pinggir kali.

Nah ….., suatu saat si Dorjon, Pomponan, Sohot dan Robonson mengajak saya untuk ikut mereka mencari Happa dengan iming-iming jajanan dan rokok (kurang asem bangat anak sd belajar merokok ya… L ). Masing – masing dari kami mendapat bagian 1 bungkus. Menurut pengamatan saya, pembagian rokok ini adalah menurut tingkatan, Si Dorjon dapat Djarum, Si Sohot Dapat Surya, si Robonson dapat GP, si Pomponan dapat SS sedangkan saya adalah ASLI. Merek rokok yang saya terima masih melekat diingatan sampai sekarang karena dari kelima bungkus rokok tersebut hanya rokok yang saya terima yang tidak mempunyai rasa manis di filternya (sungguh terlalu mereka…. L)

Karena memang bukan perokok akhirya sisa rokok yang masih banyak kami wakafkan kepada seseorang yang kebetulan lewat kalau tidak salah ingat baliau adalah lontoron (sensor).

Setelah matari sudah hamper terbenam kami pun beranjak pulang, tp ditengah perjalan kami berhenti di rumpun pohon rumbia yang kebetulan salah satu pohonnya sedang berbuah…, niat awal adalah untuk mengambil buah rumbia tapi entah siapa dari kami yang memulai malah melempar sarang serangga (dikampung namanya RANGGITING) yang gigitannya  luar biasa menyakitkan. Kami masing-masing kucar-kacir untuk menyelamatkan diri tapi nasib lagi naas akhirnya saya dapat 2 gigitan 1 didahi dan 1 lagi dibahu.. Alamaaaaak… gigitannya lebih sakit dari gigitan lebah.

Ketika situasi sudah aman kami pun berbegas pulang ke rumah masing-masing. Saya sendiri pulang kerumah dengan membawa hadiah berupa benjolan di kepala dan bahu (saya sudah siap lahir batin dimarahi sang ayah… wkkk) bersambung…

About aram

Anak bungsu dr 9 bersaudara, cerdas, strong, tampan do nian alai maol lakku.. (wew//!) saat ini sedang meniti karir di Pemerintah Daerah Aceh Tenggara. Horas..!

Posted on 24 November 2016, in BUDAYA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: