POLITIK

Medan baru saja melakukan pesta Demokrasi untuk memilih walikota dan wakilnya. walaupun blm diketahui siapa pemenang nya tepati penulis merasa sangat miris melihat antusias masyarakat kota medan untuk memilih sangat kecil. Berdasarkan data yang ada lebih dari 50 %  bahkan hampir mencapai 70 % warga medan tidak ikut serta memberikan suaranya. Apakah gerangan yang terjadi???? ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua.

Ketika kita memilih seseorang diantara kita menjadi pemimpin, bukankah harus lebih banyak yang setuju..? Tetapi di Medan nyatanya tidak, siapapun yang keluar sebagai pemenang, suaranya pasti tidak mencapai 25 % dari total pemilih di Medan. Kalau demikian kenyatannya, layak kah dia disebut sebagai pemimpin pilhan masyarakat..?

Dengan Keadaan yang demikian, penulis berpendapat bahwa hasil pemilihan dengan angka pemilih sedemikian, sangat tidak layak untuk ditetapkan sebagai walikota terpilih. Krn ada kemungkinan pemilih masih menunggu figur idola mereka seperti contohnya rudolf dan afifi.

Penulis berharap pemerintah meninjau kembali UU tentang kuota pemilih yang harus dicapai biar legalitas calon yang terpilih terjamin dan benar-benar pilihan masyarakat banyak..

terima kasih..

penulis : Aram Manalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: